Kamis, 25 Februari 2016

Quote

  • “Aku secangkir kopi saja. Tanpa gula. Aku tak terlalu suka pemanis untuk hal-hal yang memang dikodratkan pahit.”
  • “Jangan kecewa bila dia memilih yang lain. Memang sulit meyakinkan monyet bahwa apel lebih nikmat ketimbang pisang.”
  • "Wanita selalu bilang lelaki itu buaya. Emang mereka pikir buaya nggak ada yang betina?"
  • "Lelaki tidak selalu menjauh hanya karena bosan. dalam beberapa hal kami hanya enggan mencampur adukan kamu dengan masalah yang belum terselesaikan."
  • "Aku hanya manusia biasa. Jadi tolong ingatkan saat aku lupa, sadarkan saat aku kelewatan dan temani saat aku kilaf."
  • “Logika Cuma sanggup mengantarmu dari A ke B. sementara imajinasi sanggup membawamu dari A ke tak terhingga.”
  • “Mencintai khayalan mungkin memang lebih eksotis ketimbang mencintai sosok yang jelas-jelas konkret di depan mata dan terikat di bumi.”
  • “Bagaimana kebiasaan akan kita ubah kalau kebiasaan itu sendiri sering tak kita sadari.” (sujiwo tejo)
  • “Jangankan move on, nikung pun butuh waktu.”
  • “Rindu ini telah mengendap iklas walau tak berbalas. Seperti endapan kopi yang tak pernah diteguk.”
  • "Aku tidak pernah terpikir tentang masa depan, ia datang terlalu cepat."
  • Ketika teman-temanku sudah pandai terbang aku hanya memantaunya dari kejauhan. Sambil tersenyum dan berharap semoga ia tak lupa akan daratan."
  • “Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi, yang memiliki sisi pahit yang tidak akan mungkin bisa kamu sembunyikan.”
  • “Di dunia ini memang benar adanya orang berbuat jahat demi alasan tertentu, sama seperti kopi yang pahit dan yang sudah pasti mempunyai alasan tertentu pula.”
  • “Jangan samakan pahitnya hidup dengan pahitnya kopi.”
  • “Seperti halnya nikotin dan kesehatanku, aku pun tau kamu tak baik untuk hidupku. Tapi sialnya aku belum bisa menjauhimu.”
  • “Lebih baik ditolak karena berani, daripada sekedar bisa mengagumi karena nggak punya nyali.”