“Aku secangkir kopi saja. Tanpa gula. Aku tak terlalu suka pemanis untuk hal-hal yang memang dikodratkan pahit.”
“Jangan kecewa bila dia memilih yang lain. Memang sulit meyakinkan monyet bahwa apel lebih nikmat ketimbang pisang.”
"Wanita selalu bilang lelaki itu buaya. Emang mereka pikir buaya nggak ada yang betina?"
"Lelaki tidak selalu menjauh hanya karena bosan. dalam beberapa hal kami hanya enggan mencampur adukan kamu dengan masalah yang belum terselesaikan."
"Aku hanya manusia biasa. Jadi tolong ingatkan saat aku lupa, sadarkan saat aku kelewatan dan temani saat aku kilaf."
“Logika Cuma sanggup mengantarmu dari A ke B. sementara imajinasi sanggup membawamu dari A ke tak terhingga.”
“Mencintai khayalan mungkin memang lebih eksotis ketimbang mencintai sosok yang jelas-jelas konkret di depan mata dan terikat di bumi.”
“Bagaimana kebiasaan akan kita ubah kalau kebiasaan itu sendiri sering tak kita sadari.” (sujiwo tejo)
“Jangankan move on, nikung pun butuh waktu.”
“Rindu ini telah mengendap iklas walau tak berbalas. Seperti endapan kopi yang tak pernah diteguk.”
"Aku tidak pernah terpikir tentang masa depan, ia datang terlalu cepat."
Ketika teman-temanku sudah pandai terbang aku hanya memantaunya dari kejauhan. Sambil tersenyum dan berharap semoga ia tak lupa akan daratan."
“Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetaplah kopi, yang memiliki sisi pahit yang tidak akan mungkin bisa kamu sembunyikan.”
“Di dunia ini memang benar adanya orang berbuat jahat demi alasan tertentu, sama seperti kopi yang pahit dan yang sudah pasti mempunyai alasan tertentu pula.”
“Jangan samakan pahitnya hidup dengan pahitnya kopi.”
“Seperti halnya nikotin dan kesehatanku, aku pun tau kamu tak baik untuk hidupku. Tapi sialnya aku belum bisa menjauhimu.”
“Lebih baik ditolak karena berani, daripada sekedar bisa mengagumi karena nggak punya nyali.”
Bagas Marcello
Kamis, 25 Februari 2016
Quote
Langganan:
Komentar (Atom)